5 Strategi Menggunakan Video untuk Menarik Customer

menggunakan video untuk menarik customer
9 September 2016
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Video adalah konten atau media yang menjadi salah satu alat strategi marketing dalam bisnis online paling populer. Apakah Anda sudah menggunakan video untuk menarik customer?

Orang-orang melihat video dan tentunya melihat apapun yang ada dalam video baik itu tulisan, gambar, cerita dan bahkan orang mendengar suara dalam video. Dalam bisnis online di internet, media audio visual ini mempunyai peranan penting dalam usaha mensukseskan promosi dan penjualan produk.

Terus menonton. Dua kata yang terkenal dalam dunia video streaming. Ketika konsumen/customer ketagihan, mereka ingin terus menontonnya.

“Konten marketer harus mempertimbangkan tren ketagihan jadi semacam studi kasus.Semua elemen yang membuat kita menjadi ketagihan bisa menjadi sebuah pelajaran, ” menurut Kari Matthews , seorang penulis konten untuk sebuah perusahaan teknologi.

“Kita bisa melakukan apa yang televisi biasa lakukan, dengan cara kita sendiri, dalam industri kita sendiri, untuk membuat sebagian besar dari konten kita dan membangun brand kita.”

Anda bisa bekerja dengan tim untuk berinteraksi dengan customer dengan video produk yang bagus. Anda bisa membuat mereka bersemangat tentang brand dan e-commerce Anda.

Coba lima strategi di bawah ini dalam menggunakan video untuk menarik customer.

Menggunakan Video untuk Menarik Customer Beragam

Biasanya, para expert menyarankan agar Anda menciptakan konten untuk melayani sekelompok orang-orang yang dipilih (target audience). Tapi ketika datang ke video produk, Anda mungkin ingin mengambil pendekatan yang berbeda. Anda bisa  bisa menggunakan video untuk menarik customer yang beragam.

Anda ingin konten Anda bisa dan mudah untuk di share. Jadi, itu harus melayani beberapa audience yang berbeda. Dan itu termasuk orang-orang yang tidak pernah akan membeli produk Anda.

“Ingat bahwa tidak semua orang yang membeli, membeli hari ini, tidak semua orang yang mengonsumsi konten itu, dan tidak semua orang yang berbagi/share membeli konten,”  Scott Allan head marketing di AddThis menyatakan pendapatnya.

“Alih-alih berfokus pada menangkap lead, Anda bisa membuat konten mengesankan/mudah diingat yang nantinya customer bisa ceritakan pada teman-teman mereka  sehingga tertarik pada produk Anda dan siap untuk melakukan pembelian.”

Jadi jika menggunakan video, hasilkan konten yang bisa mereka bagi dengan keluarga dan teman-teman mereka. Fokus pada saat-saat atau sebuah momen yang dapat berhubungan dengan banyak orang, seperti tertawa dengan teman-teman, saat pesta bersama, atau saat mereka menonton pertandingan sepak bola di stadion.

Di bawah ini adalah video produk dari Dollar Shave Club. Tidak semua orang yang berbagi konten ini membeli alat cukur, tapi itu video ini viral dan mencapai target penonton mereka.

Jika bisnis Anda ingin menghindari bahasa vulgar, berpikirlah video produk Anda seperti sebuah film dengan PG-rated atau rating yang perlu imbingan orang tua. Misalnya, kebanyakan film Disney dimaksudkan untuk anak-anak yang menikmati, tetapi mereka memiliki tema umum yang cukup untuk melibatkan orangtua.

Jangan takut untuk melayani lebih banyak orang dengan video Anda. Tujuannya adalah untuk menyebarkan berita yaitu produk Anda.

Mengembangkan Sebuah Backstory

Agar video produk mendapatkan perhatian audience Anda, konten harus membahas lebih dari sebuahproduk. Ya, konten harus lebih daripada hanya berbicara tentang perusahaan atau bisnsis Anda.

Dengan kata lain: Beritahu cerita menyentuh emosi yang dapat menarik penonton. Ini semua tentang menunjukkan audience Anda perspektif baru. Dan memberi mereka wawasan berbeda yang “memanusiakan” brand Anda. Dengan metode storytelling, Anda bisa menyentuh emosi para penonton.

Studi menunjukkan bahwa di Amerika masyarakatnya mengkonsumsi lebih dari 100.000 kata digital setiap hari, tetapi 92% mengatakan mereka ingin sebuah brand untuk menceritakan kisah-kisah di antara semua kata-kata mereka.

Hal yang sama berlaku dalam dunia video. Sebuah deskripsi produk yang ditulis tidak cukup baik untuk bekerja. Dan video yang menyampaikan informasi sama deperti sebuah deskripsi produk juga tidak akan bekerja dengan baik.

Menurut For Dummies , sebuah “backstory mengacu pada segala sesuatu yang terjadi di cerita masa lalu Anda. Karakter dari backstory mungkin termasuk dari latar belakang keluarga, riwayat pekerjaan, kondisi psikologis, dan kenangan Anda buat untuk orang yang sejak kecil di. ”

Sebaliknya, membawa video Anda untuk hidup dengan karakter dan plot. Berikan nama aktor dan membuat sebuah lingkungan, suasana atau situasi di mana produk yang digunakan, bukan hanya ditampilkan.

Itulah yang Amazon lakukan ketika mereka memperkenalkan Echo. Daripada memberikan konsumen berbagai fitur dari sebuah produk, raksasa eCommerce ini memamerkan nilai produk dalam pengaturan simulasi.

Anda harus kreatif. Menunjukkan bagaimana produk Anda digunakan, tidak hanya memberitahu konsumen tentang produk Anda.

Membuat Konten bersambung

Menurut Netflix , mereka mempunyai 83 juta member menonton lebih dari 125 juta jam acara TV dan film setiap harinya. Itu adalah waktu yang sangat banyak untuk hanya menonton sebuah layar.

Tapi apa yang membuat para audience tersebut datang kembali untuk terus menonton?

Salah satu alasannya adalah akses ke kontenvideo tersebut tanpa gangguan. Konsumen tidak perlu khawatir tentang iklan. Iklan tidak mendapatkan di jalan pada acara favorit mereka. Oleh karena itu, mereka dapat fokus pada menonton apa yang paling mereka sukai.

Alasan lain adalah plot dari acara tersbut yang adiktif. Sebuah acara televise yang bagus dan menarik berisi episode yang membuat penonton penasaran sehingga membuat mereka menginginkan lebih. Orang selalu ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Akankah karakter utama akhirnya menemukan pembunuhnya? Atau akankan tokoh antagonis menang dan menghancurkan musuh-musuhnya?

menggunakan video untuk menarik customer

Konten berformat episodik atau bersambung akan memiliki penonton tersendiri. Dan itulah bagaimana tim Anda harus menyiapkan video produk.

Luncurkan beberapa video dengan metode cliffhangers. Cliffhangers adalah sebuah akhir dari sebuah episode dari sebuah cerita yang meninggalkan penonton dalam suatu ketegangan. Buat konsumen tertarik tentang budaya, perbedaan, keunikan brand dan manfaat produk terbaru Anda.

Konten video yang dibagi menjadi beberapa episode meningkatkan kredibilitas brand Anda, sehingga orang menjadi lebih akrab dengan bisnis Anda. Hal ini akan membangun kepercayaan dan nilai dengan target audience Anda.

Satu video produk memang sudah bagus. Tapi menggunakan banyak video bisa membuat customer ketagihan dengan produk dari brand Anda.

Beritahu update pada customer

Customer Anda mungkin sibuk. Mereka harus mengelola dua kegiatan mereka sehari-hari, entah itu bekerja, sekolah dan kegiatan dirumah mereka masing-masing.

Jadi, kadang-kadang suatu hal tertentu bisa dilupakan. Itu bisa dimaklumi dan tidak menjadi hal yang salah.

Di situlah Anda dan tim harus bisa mempunyai langkah yang jitu. Anda bisa mengingatkan customer tentang video produk baru Anda.

Ada sebuah pepatah marketing lama: The Rule of Seven . Pepatah tersebut berbunyi “prospek perlu melihat atau mendengar pesan marketing/promosi Anda setidaknya tujuh kali sebelum mereka mengambil tindakan dan membeli produk Anda.”

Membuat pop-up website khusus untuk memberitahu mereka tentang video baru Anda. Menjaga customer tetap terinformasi dengan mengirimkan email pemberitahuan untuk sebuah launching produk. ini adalah strategi menggunakan video untuk menarik customer yang cukup ampuh.

Berikut ini contoh blast email dari Denny Santoso yang memberitahu ada live video yang akan diadakannya. Anda bisa meniru teknik untuk video Anda nantinya.

menggunakan video untuk menarik customer

Membuat orang antusias dengan konten yang mungkin belum sepenuhnya selesai, akan membuat mereka bisa semakin penasaran dan membuat mereka berbicara tentang Anda dan brand Anda, beberapa hari menjelang saat kampanye atau konten yang sudah jadi dirilis.

Seperti taktik marketing biasanya, jangan sampai berlebihan untuk melakukannya. Pengingat atau notifikasi dapat menjadi gangguan jika mereka dikirimi setiap hari. Lihatlah data yang telah Anda dapat melalui riset dan mengatur waktu terbaik yang cocok untuk target audience Anda.

Jangan lupa juga untuk meminta customer untuk subscribe email Anda agar bisa memberikan update atau pengumuman video produk. Itu adalah kekuatan dari sebuah notifikasi.

Untuk membuat target audience Anda, atau orang-orang subscribe email, Anda bisa menyimak ulasannya berikut ini:

22 Cara Mendorong Traffic Website untuk Email Subscribe

Menawarkan bonus

Semua orang menikmati hadiah khusus untuk apa yang telah mereka lakukan. Hadiahi customer agar meluangkan waktu mereka untuk menonton atau berbagi video Anda dengan yang lain.

Customer ingin merasa senang. Mereka menginginkan imbalan instan yang membantu mereka hari ini, bukan besok. Jadi, tinggal jauh-jauh diskon ataupun poin yang tidak dapat ditukarkan hari ini.

Misalnya, di akhir video produk Anda, menawarkan kode promo 10%. Anda bisa berpikir di luar diskon tersbut. Seperti memberikan akses eksklusif ke webinar atau e-book secara gratis.

Christian Karasiewicz, seorang sosial media marketer profesional, menyarankan hal berikut :

“Kembangkan video untuk menunjukkan keahlian Anda atau lebih memberikan edukasi pada audience Anda, kemudian menyertakan YouTube card yang mengarahkan audience Anda pada materi yang masih berhubungan. Ini bisa berbentuk transkripsi, checklist, infografis, SlideShare atau download PDF … ”

Kartu YouTube adalah pemberitahuan/notifikasi yang muncul dalam video Anda. Ini adalah kotak persegi panjang kecil di sudut kanan atas. Ini memberi penonton Anda preview sebuah pesan. Lihat video di bawah ini tentang cara menambahkan kartu video YouTube.

Setelah itu, Anda bisa Menganalisis yang hadiah mana yang paling disukai oleh konsumen. Kemudian, mulai menawarkan hadiah instan untuk menonton video produk Anda.

Kesimpulan

On-demand video menarik konsumen untuk brand. Dan yang terbaik adalah hal tersebut menarik perhatian penonton dan membuat mereka bisa terhubung dan berinteraksi dengan brand Anda.

Selain itu dalam menggunakan video untuk menarik customer, Anda perlu bertujuan untuk membuat video untuk audience yang beragam. Berikan video Anda sebuah backstory dan beri tahu customer Anda bila ada dari rilis video yang baru.

Menghasilkan video yang menawan dan menarik. Biarkan customer yang lain terus menontonnya.

Itulah lima strategi dalam menggunakan video untuk menarik customer. Anda juga bisa membaca ulasan yang berisi tentang video marketing:

Membuat Video Content Menjadi Lebih Mudah dengan 6 Tools Berikut Ini!

26 Cara Menggunakan Video untuk Pemasaran Sosial Media Anda

Buat Facebook Video Ads Anda jadi Lebih Efektif dengan Cara ini

Apakah Anda punya strategi lain dalam menggunakan video untuk menarik customer? Anda bisa berbagi bersama DigitalMarketer.id pada kolom komentar di bawah ini.


Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>