Product Life Cycle : Mengenal Lebih Dekat dari Tahapan sampai Manajemennya

Product Life Cycle
2 September 2016
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Berapa banyak produk yang Anda beli dalam 1 bulan ? Oh baik, jangan dalam hitungan bulanan, coba dalam mingguan.

Pasti ada saja produk yang masuk dalam keranjang belanjaan Anda bukan?

Seperti layaknya manusia, produk-produk ini juga memiliki siklus hidup. Produk yang lama akan semakin tergusur dengan permintaan konsumen yang menginginkan hal yang baru.

Semakin modern barang, semakin meningkatkan penjualan pada saat launching.

Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu mengetahui tahapan siklus hidup produk yang berbeda-beda dan memahami bahwa semua produk yang mereka jual memiliki batasan umur.

Mayoritas dari mereka (perusahaan) akan berinvestasi dalam pengembangan produk baru dalam rangka memastikan bahwa bisnis mereka terus tumbuh.

Artikel kali ini akan mengajak Anda untuk lebih mengenal lebih dekat siklus hidup produk sampai manajemennya.

Mari kita mulai pembahasannya…

Product Life Cycle Stages

Product-Lifecycle

Siklus hidup produk secara jelas terbagi menjadi 4 tahap, setiap tahapannya memiliki karakteristik yang berbeda-beda untuk bisnis yang mencoba mengelola siklus hidup produk tertentu mereka.

  1. Tahap Pengenalan

introduction

Memperkenalkan sebuah produk baru merupakan tahap pertama yang paling menguras biaya ketika sebuah perusahaan melakukan launching.

Market untuk produk baru ini masih kecil dan hal ini berarti penjualan masih rendah, meskipun lama-kelamaan akan terjadi peningkatan.

Di sisi lain, biaya untuk hal seperti penelitian dan pengembangan, pengujian produk kepada konsumen, dan pemasaran yang diperlukan untuk melaunching produk bisa sangat tinggi. Terutama jika Anda berada dalam sektor persaingan yang berat.

  1. Tahap Pertumbuhan

growth

Tahap pertumbuhan biasanya ditandai dengan pertumbuhan yang kuat dalam penjualan dan memperoleh profit, dan karena perusahaan mulai bisa mendapatkan keuntungan dari skala ekonomi dalam produksi, profit margin, serta jumlah keseluruhan laba akan mengalami peningkatan.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menginvestasikan uang lebih banyak dalam kegiatan promosi untuk memaksimalkan potensi di tahap pertumbuhan ini.

  1. Tahap Kedewasaan

185428592-web-300x209

Dalam tahap ini, produsen mendapat tantangan untuk mempertahankan pangsa pasar yang telah mereka bangun dengan segala cara.

Ini merupakan waktu yang paling penuh dengan persaingan untuk sebagian besar produk dan para pebisnis perlu berinvestasi dengan bijak dalam melakukan kegiatan pemasaran.

Mereka juga perlu mempertimbangkan untuk memodifikasi produk atau melakukan perbaikan pada proses produksi.

  1. Tahap Penurunan

failed3

Disebut sebagai tahap penurunan ketika akhirnya pasar untuk produk mulai menyusut. Penyusutan ini bisa disebabkan karena pasar yang jenuh (semua customer yang sudah membeli produk tersebut), atau karena konsumen beralih ke jenis produk yang lain.

Walaupun proses penurunan tidak dapat dihindari, masih ada kemungkinan bagi perusahaan untuk memperoleh profit dengan beralih ke metode produksi yang lebih murah dan market yang lebih murah.

Contoh Product Life Cycle

Berikut ini bisa menjadi sebuah contoh untuk menggambarkan siklus hidup produk yang lebih jelas. Contohnya kegiatan merekam film untuk ditonton nanti beserta tahapan yang bervariasi untuk setiap metodenya.

  • Pengenalan : TV 3D
  • Pertumbuhan : Blueray disc
  • Dewasa : DVD
  • Penurunan : Kaset Video

Ide untuk product life cycle sudah ada sejak lama, dan itu merupakan prinsip penting yang perlu dipahami oleh produsen agar dapat menciptakan profit dan tetap bertahan dalam bisnis.

Kunci untuk sukses dalam bisnis bukan hanya memahami siklus hidup produk, tetapi juga secara proaktif mengelola produk sepanjang hidup mereka, menerapkan sumber daya yang tepat, sales dan strategi pemasaran.

Setelah kita membahas tahapan siklus hidup produk, berikutnya kita akan membahas kurva siklus hidup produk.

Product Life Cycle Curve

basicFashion

Di dalam konsep product life cycle, terdapat sebuah kurva. Kurva ini adalah sebuah model pemasaran populer yang memberi pemahaman kepada produsen tentang bagaimana mereka dapat mengekspetasi performa produk mereka sepanjang masa hidup produk.

Untuk memahami tantangan dari menggunakan kurva siklus hidup produk, Anda harus melihat sedikit lebih detil.

Kurva adalah ilustrasi sederhana yang tentang perencanaan penjualan dari waktu ke waktu. Bukan hanya itu, kurva juga memberikan gambaran umum tentang performa produk melalui 4 tahap siklus hidup.

Apa yang Harus Anda Tanamkan dalam Pikiran

thinkin man

Ada beberapa hal yang perlu diingat ketika Anda mau menerapkan kurva siklus hidup produk di dunia nyata.

Ketidakpastian. Jangka waktu hidup produk terbatas, dan hal ini menciptakan kesulitan tersendiri bagi produsen dalam memprediksi secara tepat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk baru.

Walaupun sebagian besar produsen dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang mereka miliki dengan baik, tapi tetap saja permintaan konsumen tidak dapat diprediksi.

Berubah. Ketidakpastian rentang hidup produk berasal dari fakta bahwa semua faktor yang mempengaruhi siklus hidup produk terus berubah.

Misalnya, perubahan biaya produksi atau penurunan permintaan konsumen karena melaunching produk alternative secara signifikan bisa mengubah durasi tahap siklus hidup produk.

Kurva adalah model. Tidak sedikit dari produsen yang memasukkan terlalu banyak kepentingan ketika membuat model kurva, tindakan mereka ini pada akhirnya hanya untuk memuaskan pribadi saja.

Ilustrasinya seperti ini. Jika sebuah perusahaan menggunakan kurva siklus hidup produk sebagai dasar pengambilan keputusan, penjualan yang mengalami penurunan dapat membuat mereka percaya bahwa produk mereka memasuki tahap penurunan.

Apa yang terjadi selanjutnya? Mereka tidak berusaha untuk melakukan kegiatan promosi lagi.

Kurva siklus hidup produk bisa menjadi tool yang berguna untuk membantu produsen dalam memprediksi penjualan dan profit.

Dengan mengetahui tantangan yang akan dihadapi pada masing-masing 4 tahapan, model kurva memberikan kesempatan kepada peusahaan dan departemen pemasaran mereka untuk membuat rencana ke depan agar siap menghadapi tantangan.

Ok, daritadi kita hanya membahas soal tahapan siklus hidup produk dan kurvanya. Masuk pada bagian berikutnya, yaitu manajemen siklus hidup produk. Mari terus disimak.

Product Life Cycle Management

StockMeeting

Hampir semua produk yang diproduksi memiliki jangka waktu hidup yang terbatas, dan selama hidup itu produk akan melewati 4 tahap siklus hidup produk; perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan penurunan. Dan dalam setiap tahap ini produsen menghadapi tantangan yang berbeda.

Manajemen siklus hidup produk adalah bentuk penerapan dari strategi yang berbeda untuk membantu memenuhi tantangan ini dan memastikan bahwa, apa pun tahap siklus produk yang akan dilalui, produsen dapat memaksimalkan penjualan dan profit produk mereka.

Agar dapat memanajemen siklus hidup produk secara efektif, organisasi harus memiliki fokus yang kuat pada :

Pengembangan : Sebelum produk dapat memulai siklus hidupnya, perlu adanya pengembangan. Penelitian dan pengembangan produk baru merupakan salah satu tahapan yang paling penting dan mungkin menjadi proses yang paling memakan waktu dan biaya guna memastikan bahawa produk tersebut sukses.

Keuangan : produsen biasanya akan membutuhkan dana yang signifikan untuk melaunching produk baru dan mempertahankannya melalui tahap perkenalan.

Tapi investasi lebih lanjut pada tahap pertumbuhan dan kedewasaan sudah bisa dibiayai dari keuntungan penjualan.

Pada tahap penurunan, investasi tambahan mungkin diperlukan untuk menyesuaikan proses manufaktur atau pindah ke market baru.

Sepanjang siklus hidup produk, perusahaan perlu mempertimbangkan cara yang paling tepat untuk membiayai cost mereka untuk memaksimalkan potensi profit.

Pemasaran : selama hidup produk, perusahaan perlu menyesuaikan pemasaran dan kegiatan promosi tergantung pada tahapan siklus produk mana yang sedang dilalui.

Pasar terus berkembang dan sikap konsumen terhadap produk juga ikut berubah. Jadi cara memasarkan dan promosi pada saat melaunching produk baru haruslah unik atau berbeda. Tujuannya adalah untuk menjaga pangsa pasar pada tahap kedewasaan nanti.

Manufaktur : Biaya pembuatan produk dapat terus berubah selama siklus hidupnya. Di awal, proses baru dan biaya peralatan rata-rata memang tinggi, terutama kalau melihat volume penjualan yang masih rendah.

Ketika pasar berkembang dan produksi meningkat, biaya akan mulai turun (kalau perusahaan bisa menemukan metode produksi yang lebih efisien dan murah, cost bisa semakin ringan).

Perusahaan juga perlu mencari cara untuk mengurangi biaya selama proses manufaktur agar dapat fokus untuk menciptakan lebih banyak penjualan dan laba.

Informasi : entah itu berupa data tentang market potensial yang cocok untuk produk baru, feedback tentang campaign pemasaran untuk melihat mana yang lebih efektif, atau memonitoring pertumbuhan dan penurunan pasar, informasi sangatlah penting untuk mensukseskan semua produk.

Produsen yang efisien dalam mengelola produk mereka sepanjang kurva siklus hidup produk biasanya adalah mereka yang telah mengembangkan sistem informasi paling efektif.

Kebanyakan, produsen menerima kenyataan bahwa produk mereka memiliki hidup yang terbatas.

Meskipun tidak terlalu banyak yang bisa mereka lakukan untuk mengubah itu, dengan berfokus pada area bisnis yang telah disebutkan pada bagian atas, manajemen siklus hidup produk membantu produsen untuk memastikan bahwa produk mereka akan sukses, walaupun semua perlu proses dan waktu yang panjang.

Ada sesuatu yang perlu Anda ketahui, sebelum dapat memulai perjalanan melalui 4 tahap siklus, produk akan dikembangkan.

Pengembangan produk baru biasanya merupakan bagian besar dari setiap proses manufaktur. Pebisnis dan produsen menyadari bahwa semua produk memiliki umur yang terbatas, begitu juga kegiatan mengembangkan produk baru untuk menggantikan yang lama.

Sama seperti siklus hidup produk yang memiliki berbagai tahap, pengembangan produk baru juga dipecah menjadi beberapa fase tertentu.

New Product Development

new-product-development

Mengembangkan produk baru melibatkan sejumlah tahapan yang biasanya berpusat di sekitar area berikut :

Ide. Setiap produk harus dimulai dengan sebuah ide. Ide bisa datang darimana-mana dan dalam situasi apapun.

Bahkan bisa juga datang dari produk yang sudah ada atau terkenal atau bisa juga pemikiran baru tentang menciptakan produk yang revolusioner dan unik.

Penelitian. Ketika sebuah organisasi perusahaan sudah memiliki banyak ide untuk menciptakan produk baru, kemudian memilih atau menyaring ide-ide tersebut, langkah berikutnya adalah mulai meneliti market.

Hal ini memberikan mereka kesempatan untuk melihat apakah ada kemungkinan permintaan untuk jenis produk tersebut dan juga apa fitur khusus yang perlu dikembangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar potensial ini.

Pengembangan. Tahap berikutnya adalah pengembangan produk. Model produk baru dapat dimodifikasi melalui berbagai desain dan tahap pembuatan. Lalu tinggal menyelesaikan produk jadi yang nantinya akan mengundang konsumen untuk membeli.

Pengujian. Sebelum produk diluncurkan dan produsen menghabiskan sejumlah besar uang untuk kegiatan produksi dan promosi, sebagian besar perusahaan akan menguji produk baru mereka ke sekelompok kecil konsumen yang sesungguhnya.

Hal ini sangat membantu untuk memastikan bahwa mereka memiliki produk layak yang akan menguntungkan dan juga untuk memastikan tidak adanya perubahan yang perlu dilakukan sebelum produk dilaunching.

Analisis. Melihat feedback dari pengujian produk kepada konsumen akan memungkinkan produsen untuk membuat perubahan yang diperlukan produk dan juga memutuskan bagaimana cara mereka melaunchingnya ke market.

Dengan informasi dari konsumen, mereka akan mampu membuat sejumlah keputusan strategis yang akan sangat penting untuk keberhasilan produk, termasuk berapa harganya untuk dijual dan bagaimana produk tersebut akan dipasarkan.

Pengenalan. Akhirnya, ketika produk telah melalui semua tahap pengembangan produk baru, satu-satunya tahap yang dapat dilakukan adalah memperkenalkannya ke market.

Setelah hal ini dilakukan, manajemen siklus hidup produk yang baik akan memastikan bahwa produsen melaksanakan semua kegiatan produksi.

Sebelum Menutup Artikel…

Selamat, wawasan Anda mengenai product life cycle sudah semakin bertambah! Sekarang, apa yang bisa Anda simpulkan mengenai product life cycle?

Ribuan produk baru mulai dijual setiap tahun, dan produsen menginvestasikan banyak waktu, tenaga dan uang dalam mencoba untuk memastikan bahwa setiap produk baru yang mereka meluncurkan akan sukses.

Menciptakan produk yang menguntungkan bukan hanya tentang berhasil melewati semua tahapan dalam mengembangkan produk baru, tetapi juga tentang memanajemen produk setelah diluncurkan sama masa hidup produk tersebut.

Product life cycle ini melibatkan berbagai pemasaran dan strategi produksi, semua diarahkan dari kurva product life cycle yang walaupun lama prosesnya tapi dapat menciptakan profit dengan sesegera mungkin.

Jadi, sampai di sini pembahasan tentang product life cycle. Jika Anda masih penasaran tentang product life cycle, bisa juga membaca artikel ini Dongkrak Profit Bisnis Anda Dengan Lifecycle Marketing.

Sampai jumpa di artikel menarik lain berikutnya!

Bagikan pengalaman Anda atau cerita menarik yang berkaitan dengan topik ini kepada  Digitalmarkerter.id dan pembaca lainnya, dengan mengisi kolom di bawah ini!


Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>