10 Kesalahan Networking yang Perlu Anda Stop dari Sekarang!

kesalahan networking
18 Agustus 2016
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Networking. Apa yang terlintas di pikiran Anda mengenai kata tersebut? Bisnis MLM? Well, memang benar kata networking sering dikaitkan dengan bisnis MLM. Tapi kata networking itu memiliki arti yang lebih baik dari sekedar MLM.

Ketika dilakukan dengan benar, networking merupakan sebuah kegiatan investasi yang bernilai dari segi waktu dan upaya terutama untuk seseorang yang sudah professional.

Hal ini akan membantu Anda dalam menciptakan hubungan bisnis yang bernilai, mendapatkan feedback, dan meningkatkan karir.

Semua investasi yang Anda tanam akan kembali secara signifikan, namun tetap semua membutuhkan waktu dan proses.

Tapi mengapa networking sering terlihat tdak menyenangkan? Karena bisa terasa seperti sedang memalsukan diri, melelahkan, dan mari berterus terang saja, berdiri di tengah lautan orang yang tidak dikenal dengan name tag pada sebuah acara sama sekali tidak membuat Anda merasa nyaman.

Anda memiliki masalah dalam networking? Sudah saatnya Anda bercermin pada kebiasaan networking yang saat ini sedang Anda lakukan dan pelajari dimana letak kesalahannya.

Kita tidak berbicara soal kesalahan yang terlihat secara jelas, seperti jarak berbicara yang terlalu dekat atau tidak berpakaian rapi. Tetapi lebih ke arah kesalahan yang mungkin secara tidak sadar telah Anda lakukan.

Artikel kali ini akan mengajak Anda untuk mengetahui dan memahami jenis-jenis kesalahan networking yang secara tidak sadar mungkin sering dilakukan.

Mari kita bahas…

Kesalahan Networking yang Perlu Anda Stop!

  1. Membangun Network Hanya Pada Saat Anda Membutuhkannya

networking

Kebanyakan orang malas untuk membangun network sampai mereka merasa putus asa. Entah pada saat kehilangan pekerjaan, mencari karir baru, atau lain-lain.

Bukanlah hal yang mudah untuk memprioritaskan networking ketika Anda tidak memiliki goal yang spesifik. Jika Anda melakukan hal-hal yang membantu Anda untuk membangun network (sekalipun Anda seorang pekerja yang digaji) maka hal ini dapat memperkuat diri saat Anda membutuhkannya.

Ketika waktunya untuk networking, sudah saatnya Anda menjadi proaktif. Jangan menunggu sampai takdir memberikan Anda kesempatan untuk networking, carilah mereka!

Katie Burke, Vice President dari Culture dan Experience di HubSpot mengatakan,

“Sediakan 1 jam kosong pada kalender Anda setiap minggu untuk memfokuskan diri dalam memperluas network Anda.”

Dia juga menambahkan,

“Minta teman Anda untuk merekomendasikan seseorang yang menarik dan buatlah janji untuk bertemu dengan mereka.

Kirimkan email tentang komentar tertentu atau ajukan pertanyaan seputar pekerjaan ke penulis yang blog yang contentnya paling menarik menurut Anda. Kontak lagi dengan rekan lama yang karyanya selalu Anda kagumi.”

Terkadang, koneksi seperti ini tidak akan ada ujungnya, tapi akan menghasilkan ide baru, koneksi, dan kreatifitas. Hal yang worth it saat Anda bersedia untuk melakukannya.

  1. Tidak Menjaga Personal Brand

PersonalBrand

Kesalahan networking berikutnya adalah tidak menjaga personal brand. Ketika Anda terhubung dengan orang-orang baru, hal yang tidak dapat dihindari adalah mereka akan mencari tahu tentang Anda secara online.

Seperti melihat profil Anda melalui LinkedIn, Facebook, postingan blog Anda, bahkan googling. Hal ini pasti menimbulkan keinginan Anda untuk terlihat aktif, menarik, dan bijaksana.

Itulah sebabnya, selain mencari koneksi baru secara teratur, mengembangkan personal brand juga menjadi hal yang penting.

Artinya, Anda harus menjaga profil social media Anda, memperbaruinya, dan teratur memposting artikel yang menarik atau relevan.

Bukan hanya itu, Anda juga harus merespon orang yang mengirimkan pesan, email atau yang memberikan komentar, berkontribusi terhadap company blog Anda, menulis guest blog post untuk meningkatkan personal brand melalui media online.

  1. Terlalu Khawatir untuk Menghadiri Event Networking Sendirian

afraid

Ok, ini kesalahan networking yang mungkin semua orang pernah alami. Bahkan untuk seseorang extrovert pun tidak suka pergi ke event networking dan konferensi sendirian.

Ini langsung meningkatkan kecemasan dan membuat Anda berpikir mengapa semua orang tampaknya sudah saling mengenal satu sama lain.

Sebenarnya ada 2 poin yang akan Anda sadari ketika mengambil keputusan untuk pergi sendirian ke acara-acara networking.

Pertama, ketika Anda pergi dengan seseorang yang Anda kenal, akhirnya akan membatasi percakapan. Kedua, jika Anda pergi ke acara dengan pola pikir bahwa Anda akan dapat memulai percakapan dengan siapa pun, itu benar-benar cukup efektif.

Mendapatkan kepercayaan diri untuk mendekati orang dan bergabung dalam percakapan juga perlu sebuah persiapan (tujuannya agar Anda tahu topik pembicaraan).

Anda butuh saran? Hadapi setiap acara yang Anda hadiri seperti bermain game. Mulai mencari tahu tentang speaker atau melihat daftar tamu serta identifikasi orang yang ingin Anda ajak untuk mengobrol.

Kemudian tantang diri Anda untuk terkoneksi dengan mereka. Orang-orang akan bersedia mengobrol terutama jika Anda yang memulai pertama dengan menyapa mereka.

  1. Tidak Mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah)

Research_Hero

Bersiap-siap untuk event, konferensi, dan meeting bukan berarti Anda datang dengan membawa setumpuk kartu nama.

Kalau Anda sudah tahu siapa speaker atau orang yang ingin Anda ajak mengobrol dalam acara atau meeting, yang harus Anda lakukan adalah research.

Saat Anda sudah melakukan PR ini, Anda dapat meng-skip basa basi dan langsung masuk ke dalam percakapan inti yang memang Anda cari dari awal.

Waktu merupakan sumber berharga yang bisa orang tawarkan kepada Anda, jadi hargailah.

Lakukan PR Anda seperti mencari tahu jabatan, latar belakang, alamat email, cara kontak yang mereka inginkan, dan histori karir mereka.

Dengan cara itu, percakapan Anda melalui email, telepon, atau bertatapan langsung bisa fokus untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Seperti, subyek atau organisasi yang ingin Anda pelajari lebih jauh.

Selain mempersiapkan pertanyaan, Anda harus siap untuk menjawab pertanyaan yang mereka ajukan kepada Anda.

  1. Tidak Melakukan Follow Up dengan Mengirimkan Pesan Pribadi

Follow Up

Jadi Anda sudah pergi ke sebuah acara, mengobrol dengan seseorang, melakukan percakapan yang menarik, dan bertukar kartu nama sebelum Anda pergi. Itu hal yang bagus!

Tapi ingat, sebaiknya tidak langsung menghubungi mereka di hari yang sama (kecuali Anda melakukan follow up dengan mengirim pesan pribadi).

Karena mungkin saja Anda tidak akan berbicara dengan orang itu lagi dan berpotensi kehilangan koneksi yang bermakna.

Itulah mengapa Anda harus melakukan follow up untuk setiap percakapan networking dengan mengirimkan pesan atau email secara pribadi dan bijaksana.

Atau Anda bisa mengirimkan pesan singkat seperti contoh di bawah ini :

greeting

Sebuah pesan seperti ini akan membuat penerimanya berpikir untuk memasukkan Anda ke dalam network mereka, dan merupakan batu lompatan agar dapat memulai diskusi lagi.

Jika orang yang Anda ajak bicara mengajukan beberapa pertanyaan seperti proyek atau karir Anda, follow up mereka dengan memberitahu apa yang sedang Anda lakukan dan cepat atau lambat mereka akan memberikan saran kepada Anda.

Tip Pro : Atur diri Anda untuk mem-follow up pembicaraan dengan membangun jembatan untuk melakukan pertukaran sebelum mengucapkan selamat tinggal.

Benjamin Akande, dekan dari Webster University’s George Herbert Walker School of Business & Technology, menyarankan untuk bertanya kepada orang-orang tentang apa yang sedang mereka kerjakan saat ini.

Catat respon mereka dan tandai ketika Anda masuk ke percakapan berikutnya.

Anda termasuk orang yang mudah lupa tentang hal detail atau bertemu dengan banyak orang pada saat yang bersamaan?

Anda dapat menuliskan catatan di bawah kartu nama yang orang berikan kepada Anda, atau buat beberapa catatan pada ponsel Anda.

  1. Tidak Dapat Melakukan Follow Up Karena Tidak Mengambil Informasi Kontak Orang Lain

the-pen-guy

Pernah memberikan informasi kontak Anda kepada seseorang tapi menolak untuk mendapatkan informasi dari mereka? Kalau begitu Anda melakukan satu kesalahan networking.

Ini membuat diri Anda tergantung pada mereka untuk menghubungi Anda, bukan sebaliknya.

Orang-orang sibuk tidak akan selalu bisa dihubungi dan kontak bisa hilang.

Anda bisa terus online melalui ponsel dan biarkan orang untuk tetap terhubung dengan Anda sekarang dan nanti. Tujuan lainnya adalah untuk menghemat waktu dalam memasukkan data.

  1. Mengajukan Pertanyaan yang Sama Seperti yang Dilakukan Orang Lain

bored

Bagian yang baik dari dari networking adalah berdiri di tengah keramaian.

Bagaimana jadinya jika Anda mengajukan pertanyaan yang sama, pertanyaan yang sudah diprediksi karena sering diajukan semua orang?

Terutama Anda mengajukannya kepada orang yang memiliki permintaan lebih seperti speaker atau peserta dengan profil yang tinggi.

Anda pasti tidak ingin kesalahan networking ini terjadi bukan?

Cara terbaik untuk membuat kesan positif pada seseorang adalah dengan mengajukan pertanyaan yang melepaskan hasrat orang tersebut atau minta mereka untuk menceritakan kisah-kisah pribadinya.

Untuk membuatnya menjadi lebih menarik, Anda dapat mengajukan pertanyaan yang dapat disangkal dengan baik.

Jadi bukan menyelidiki apa yang orang lakukan saat ini tapi tanyakan apa yang mereka inginkan ketika mereka tumbuh, apa konser pertama yang mereka hadiri, mereka berlangganan majalah apa, atau selebritis mana yang mereka ingin undang untuk makan malam bersama.

Dengan pertanyaan-pertanyaan ringan seperti ini akan membuat suasana dan percakapan yang membosankan menjadi lebih menarik.

  1. Mendominasi Percakapan Networking

dominasi

Kita semua pernah mengalami hal yang satu ini. Sekali Anda menjadi pendengar yang baik untuk seseorang terutama kisah hidup mereka, Anda tidak diijinkan untuk meninggalkan mereka.

Tapi pernahkah Anda menyadari disuatu momen, dimana Anda yang berada dalam posisi yang melakukan hal seperti itu kepada orang lain?

Bisa saja terjadi kepada semua orang, terutama pada saat kita menjadi begitu excited tentang sebuah topik atau kita ingin menjual sesuatu.

Tetapi dengan mendominasi obrolan dan memonopoli waktu orang merupakan kesalahan networking yang cukup parah.

Orang bisa merasa Anda lebih mementingan diri sendiri, tidak memiliki ketertarikan untuk mendengarkan orang lain, dan umumnya sangat mengganggu.

Ingat, acara networking merupakan saat yang tepat untuk berbaur dan bertemu dengan berbagai macam orang. Banyak orang.

Kebanyakan orang menggunakan networking sebagai sebuah kesempatan untuk melakuan hard-sell. Ini merupakan sebuah kesalahan networking yang cukup fatal.

Kita harus menggunakan networking untuk menciptakan koneksi baru dan meninggalkan great impression pada koneksi tersebut.

Berbicara tentang hal-hal yang telah Anda lakukan agar terlihat mengagumkan di hadapan orang bukanlah cara untuk terhubung dengan mereka.

Mengobrol, bertanya, dan jadilah orang yang selalu memiliki rasa penasaran.

Orang yang bisa menangkap isu sosial, menunjukkan ketertarikan kepada orang lain, sekaligus dapat mendengar tentang apa yang ada dalam percakapan adalah orang yang stand out dan pastinya orang lain akan ingin terus keep in touch dengannya.

  1. Menunggu Lawan Bicara untuk Mengakhiri Obrolan

waiting conversasion end

Yes. Kita berbicara tentang seni mengakhiri pembicaraan di sebuah acara networking. Ini adalah keterampilan yang rumit untuk dikuasai, tapi sekali Anda menguasai skill yang satu ini Anda akan selamat dari kondisi terjebak.

Salah satu kesalahan yang ujungnya menyulitkan diri sendiri adalah seringkali membiarkan orang mendominasi waktu Anda karena Anda berpikir sulit melakukannya dan merasa segan.

Akhirnya Anda hanya berbicara dengan beberapa orang dalam waktu yang lama, dan membuang-buang kesempatan untuk berhubungan dengan lebih banyak orang.

Jadi, bagaimana cara untuk mengakhiri percakapan namun dengan cara yang anggun dan halus? Berikut adalah beberapa tips untuk Anda :

  • “Dimana ya toiletnya?”
  • “Sepertinya barang (laptop / tas / telepon) saya tertinggal di ruangan lain. Sebaiknya saya cek dulu sebelum hilang.”
  • “Saya mau minum lagi, bagaimana dengan Anda?”
  1. Anda Tidak Membantu

youre-not-helping

Betul, untuk dapat melakukan networking dengan baik Anda harus dapat membantu orang lain. Jika tidak, maka menjadi kesalahan networking yang perlu diperbaiki.

Fokuslah untuk membantu orang lain daripada Anda berpikir tentang apa yang akan didapat jika Anda menjalin hubungan networking dengan mereka.

Jika Anda berpikir ulang dan menerapkan hal ini, pelan-pelan kualitas interaksi Anda akan meningkat.

Misalnya, Anda bisa membuat goal untuk membantu 10 orang/bulan.

Mulailah dengan daftar dari network yang sudah Anda miliki saat ini dan anggaplah ini sebagai kegiatan pemanasan yang nantinya akan membantu Anda dalam memperluas networking Anda setiap minggu.

Ingat, semua usaha Anda akan terbayar, dan apa yang Anda lakukan saat ini adalah sebuah investasi ke depan.

Selanjutnya?

Jadi apa yang Anda tunggu lagi? Setelah mengetahui jenis kesalahan networking sudah saatnya Anda untuk mulai mengecek ulang di bagian mana yang perlu Anda perbaiki.

Mungkin memang ini adalah kesalahan yang halus dan nyaris tidak terlihat, tapi jika dibiarkan begitu saja suatu saat bisa menjadi masalah yang besar, terutama untuk bisnis Anda.

Anda perlu menjadi lebih aware dan teruslah berusaha untuk menjadi lebih baik dalam menjalin koneksi dengan orang lain.

Karena seperti yang kita ketahui, manusia merupakan makhluk sosial. Dan ada saatnta kita perlu bantuan dari orang lain dan sebaiknya mulai perluas network Anda dan jalin hubungan baik dengan mereka.

Selamat berjuang!

Baca juga artikel mengenai :

banner-FB-tanpa-link-CTABagikan pengalaman Anda dalam membangun networking atau yang berhubungan dengan topik ini kepada Digitalmarkerter.id dan pembaca lainnya, dengan mengisi kolom di bawah ini!


Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>