WEBINAR BRANDING : Meningkatkan Profit tanpa Perang Harga

brand
22 Juli 2016
Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Membangun Brand untuk Bisnis

Rabu, 20 Juli 2016, Denny Santoso berkolaborasi dengan Subiakto Priosoedarsono atau panggilan akrabnya Pak Bi mengadakan webinar dengan tema branding dan berfokus pada meningkatkan profit tanpa perang harga.

Denny Santoso membuka webinar dengan sedikit bercerita tentang tanggapan temannya yang memiliki bisnis dan mengatakan, “kalau mau menang harus bisa murah.”

Jika Anda seorang suplier, mungkin sering diminta untuk menurunkan harga karena pesaing Anda memberikan harga yang lebih murah.

Tapi kalau harga diturunkan terus menerus, hal ini dapat mengancam bisnis Anda ke depan.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana dapat memenangkan bisnis dan meningkatkan profit tanpa harus perang harga?

Pak Bi melanjutkan apa yang disampaikan oleh Denny Santoso mengenai fenomena potong harga atau menurunkan harga untuk memenangkan bisnis.

Jika hanya ingin menang dengan hanya potong harga saja, untuk apa Anda memiliki marketing director dan sales? Karena semua orang bisa melakukan hal itu.

Kalau semua orang melakukan potong harga maka mau tidak mau Anda akan masuk pada situasi di mana tidak ada lagi yang akan membahas untung, artinya semua orang akan merugi.

Contohnya seperti ini, Anda menjual kopi tanpa brand dan ternyata ada pesaing Anda yang menjual produk yang serupa, maka yang dilakukan kemudian adalah membuka harga 8 ribu (dengan modal dasar 4 ribu), pesaing Anda juga melakukan hal yang serupa.

Agar Anda menang, Anda harus mengorbankan satu yang yang disebut Margin.

Suatu ketika pesaing Anda melihat bisnis kopi Anda ini lebih ramai daripada bisnisnya. Kemudian ia melakukan potong harga dari 8 ribu menjadi 7 ribu. Mau tidak mau Anda harus menyesuaikan harga, jika tidak maka Anda akan kehilangan customer karena mereka akan beralih ke pesaing Anda.

1

Jika Anda terus menerus melakukan perang harga dengan pesaing, sebenarnya siapa yang mengalami kerugian? Semua industri akan merugi dan mengalami penurunan dan semua orang akan mengalami kondisi stuck sampai tidak bisa berbisnis.

Bagaimana cara mengatasi hal seperti ini? Pak Bi mengajurkan dengan menggunakan BRAND.

2

Dari gambar di atas Anda dapat melihat perbedaan yang mencolok jika sebuah produk yang tidak memiliki brand dan produk sama yang sudah memiliki merk.

Mengapa Starbuck sudah menjadi brand? Karena Starbuck sudah memiliki customer atau pelanggan loyal dan memiliki ikatan emosi.

Jika Anda berhasil membangun brand seperti Starbuck maka Anda tidak perlu menjual produk dengan harga 8 ribu. Anda dapat menjual produk dengan harga 48 ribu! Itulah kekuatan dari merk.

Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa customer rela membayar 40 ribu lebih mahal hanya karena merk?

Jawaban dari Pak Bi adalah

3

Jika Anda dapat memberikan prestige dan lifestyle untuk produk, maka akan tercipta sebuah brand. Karena prestige dan lifestyle merupakan bagian dari brand.

Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk membangun brand besar seperti Starbuck? Semua pertanyaan Anda akan terjawab dengan mengklik gambar di bawah ini.

digital-branding-may

Workshop ini terbuka untuk siapa saja yang berminat mempelajari lebih dalam mengenai brand serta cara membangun serta mengembangkan brand yang Anda buat.

Di pertengahan webinar ini, Pak Bi juga menyebutkan bahwa brand bukanlah tentang Anda berbicara tentang diri Anda melainkan customer yang berbicara tentang diri Anda.

Selain itu ia juga bercerita tentang bagaimana merk besar seperti Starbuck dari awal berdiri sampai sukses seperti sekarang ini.

Webinar ditutup dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Denny Santoso. Banyak sekali audiens yang antusias mengajukan pertanyaan seputar brand.

Jadi, apa yang Anda lakukan setelah ini? Apakah Anda juga memiliki berbagai macam pertanyaan soal brand di benak Anda?

Anda dapat mengajukan pertanyaan lebih mendalam dan langsung berkonsultasi dengan Pak Bi di Workshop Branding pada tanggal 30-31 Juli 2016.

Untuk info lebih lanjut, Anda dapat mengirim email ke [email protected] atau hubungi 08111002277 (Jessica Leona).


Bagikan artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>